Rekomendasi Film Dokumenter Indonesia Terbaik

Rekomendasi Film Dokumenter Indonesia Terbaik – Film berkualitas tinggi di Indonesia tidak pernah kekurangan. Film-film tersebut berasal dari berbagai genre termasuk dokumenter. Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kehidupan nyata. Film Indonesia yang menggunakan genre ini kerap mendapat pujian internasional bahkan meraih penghargaan paling bergengsi.

Rekomendasi Film Dokumenter Indonesia Terbaik

Rekomendasi Film Dokumenter Indonesia Terbaik

tesseractfilm – Oleh karena itu, penting bagi kami untuk mengakui dan menghormati karya-karya dalam genre ini. Oleh karena itu, Bacaterus merasa bangga dapat menghadirkan pilihan film dokumenter Indonesia terbaik yang layak untuk disaksikan. Ini daftarnya!

1. Ice Cold: Murder, Coffee dan Jessica Wongso
Ice Cold: Murder, Coffee dan Jessica Wongso adalah salah satunya film dokumenter dari Netflix menjadi viral di Indonesia. Bagaimana tidak, film dokumenter ini kembali mengingatkan penonton pada kasus pembunuhan besar-besaran Mirna Salihin yang diduga meninggal usai meminum es kopi Vietnam yang dibubuhi sianida.

Film dokumenter ini cukup seimbang dan khas gaya Netflix. Bagian pembuka menceritakan kronologi meninggalnya Mirna Salihin di sebuah kafe kelas atas bernama Olivier. Usai meminum es kopi Vietnam yang dipesannya, Mirna Salihin tiba-tiba mengalami kejang dan meninggal seketika.

Kematian mendadak Mirna memang aneh, sehingga polisi dipanggil untuk menyelidikinya. Polisi menyebut kematian Mirna Salihin diduga akibat pembunuhan sianida.

Dari tiga orang yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), polisi mencurigai salah satu teman Mirna, Jessica Kumala Wongso, menjadi tersangka. Ini semua berdasarkan kamera keamanan dan perilaku mencurigakan Jessica.

Namun pihak Jessica tidak tinggal diam saja. Mereka berusaha membalikkan pendapat jaksa dengan menghadirkan beberapa ahli. Berkat kecerdasan Otto Hasibuan, seorang pengacara kondang Indonesia, opini masyarakat berubah dan banyak yang tidak percaya bahwa Jessica adalah pelakunya.

 

Baca Juga : Man City Mencoret Dari Perburuan Gelar Juara Premier League

 

2. Pulau Plastik: Perjalanan dan Catatan untuk Masa Depan
Pada tahun 2021, Netflix kembali merilis film dokumenter tentang Indonesia. Film tersebut diberi judul Pulau Plastik: Perjalanan dan Catatan untuk Masa Depan dan disutradarai oleh Rahung Nasution dan Dandhy Dwi Laksono. Film ini mendapat rating tinggi, iMDb memberi rating 7,6/10 sedangkan Majalah Cultura memberi rating 4/5.

Film dokumenter ini mengangkat isu lingkungan hidup dan membahas masalah meningkatnya sampah plastik di Indonesia. Ceritanya dimulai dari eksperimen sederhana dengan sampah plastik. Kemudian kita melanjutkan perjalanan Gede Robi.

Gede Robi, musisi asal Bali, larut dalam keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang akan dihadapi oleh generasi anak cucunya. Perjalanan Robi semakin menarik saat bertemu Prigi Arisandi di Gresik, Jawa Timur. Mereka mengetahui asal muasal sampah yang menumpuk di perairan Indonesia.

Dari hasil pengujian hingga pemeriksaan kedua, terlihat banyak informasi tentang sampah plastik. Mulai dari alasan kita harus berhenti menggunakan plastik sekali pakai hingga bagaimana kita bisa berhenti menggunakannya.

 

Film Dokumenter

 

3. Atas Nama Daun
Film dokumenter ini mungkin akan memicu emosi banyak orang, terutama jika mereka menontonnya tanpa terlalu yakin. Disutradarai oleh Mahatma Putra, Dalam Nama Daun merupakan film dokumenter tentang tanaman ganja. Pasalnya, beberapa tahun terakhir ini masyarakat dihebohkan dengan pembahasan legalisasi ganja di Indonesia. Kelebihan dan kekurangan pun bermunculan.

Atas Nama Daun berupaya memberikan pengetahuan tentang daun kontroversial ini dari berbagai sudut pandang. Film dokumenter ini membaginya menjadi lima bagian yaitu “Atas Nama Pencarian”, “Atas Nama Daun”, “Atas Nama Hukum”, “Atas Nama Cinta” dan “Atas Nama Hak”.

Pada bagian “Atas Nama Penelitian”, Aristo Pangaribuan, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, menulis makalah akademis tentang kriminalisasi ganja di Indonesia. Karya ilmiah ini menjadi dasar penelitian dan pembuatan dokumentasi ini.

Tiga pembicara membahas apakah ganja harus dilegalkan di Indonesia. Perdebatan sengit mereka membawa alur cerita ke “Atas nama hukum, atas nama cinta dan atas nama hak.”

Pemirsa akan merasa dihadapkan pada dilema karena ganja benar-benar dapat merusak kehidupan seseorang jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun, bagi sebagian orang, Hanja merupakan obat mujarab untuk menyembuhkan penyakit yang mengancam jiwa.

4. Golek Garwo
Tradisi unik inilah yang menjadi subjek utama film dokumenter pendek berjudul sama karya Wahyu Utami, yaitu “Golek Garwo”. Film dokumenter ini hanya berdurasi 30 menit, namun alur cerita dan keindahan budaya Yogyakarta disajikan dengan apik.

Film dokumenter ini mengangkat sejarah dan menceritakan upaya Basri, seorang duda dan pekerja berusia 62 tahun, dalam mencari pasangan hidup. Sepeninggal istri dan putrinya, Basri tinggal sendirian di Yogyakarta.

Pasangan penuh cinta ini akhirnya memutuskan untuk menghadiri pernikahan massal. Namun keinginan Basri untuk tinggal bersama Musiyem ternyata tidak semudah yang dibayangkannya.

5. Band The Forgotten Dark Path
Band The Forgotten Dark Path adalah sebuah film dokumenter yang disutradarai oleh Jay Subyakto dan diproduseri oleh Lifelike Gambar menjadi. Film ini menggambarkan keberagaman dan kemewahan sumber daya alam Indonesia yang menjadi incaran utama penjajah Eropa.

Kisahnya berkisah tentang pala, rempah khas Kepulauan Banda di Maluku, yang pada Abad Pertengahan lebih bernilai dibandingkan emas dan menjadi objek perburuan berbagai bangsa di tengah ketidakstabilan geopolitik global.

Kenyataannya, Kepulauan Banda diduduki oleh pemerintah Inggris. Namun Belanda bersikeras menduduki Kepulauan Banda hingga rela menyerahkan Nieuw Amsterdam (Manhattan, New York).

Jatuhnya Kepulauan Banda ke tangan Belanda menandai dimulainya perbudakan dan pembunuhan massal di Indonesia. Namun dari sinilah lahir semangat kebangsaan dan jati diri multikultural yang menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan sejarah dunia.

6. Heaven for Insanity
Heaven for Insanity merupakan film dokumenter yang menceritakan kisah Watmo, seorang pria yang.. .menderita skizofrenia. Karena diduga mengidap gangguan jiwa, Ketua RT di kediaman Watmo pun menyarankan agar pria tersebut dilarikan ke rumah sakit jiwa di pinggiran Jakarta.

Saat tinggal di fasilitas ini, Watmo benar-benar dibatasi. Dia harus mematuhi peraturan institusi dan menggunakan segala cara untuk membuat hidupnya tampak lebih normal. Bahkan, ia terkadang perlu dirantai agar tetap tenang. Untungnya, setelah seminggu menjalani perawatan, Watmo dianggap sembuh dan diperbolehkan meninggalkan tempat itu.

7. Nyanyian Akar Grassland
Disutradarai oleh Yuda Kurniawan, Nyanyian Akar Grassland mengupas kasus pelanggaran HAM yang terlupakan di Indonesia. Berkisah tentang perjuangan Fajar Merah, putra penyair dan aktivis Wiji Thukul. Pemuda ini mempunyai cita-cita mulia: menghidupkan kembali karya ayahnya yang sempat hilang sejak masa Orde Baru.

Kalau belum tahu, Wiji Thukul adalah sosok yang menginspirasi banyak orang dengan puisi-puisinya yang menjadi senjata melawan penindasan.

Bersama band-nya yang bernama Merah Bercerita, Fajar menyampaikan pesan-pesan sosial dan politik dari puisi-puisi ayahnya yang penuh semangat dan kritik. Namun upaya Fajar Merah menyampaikan pesan ayahnya tidaklah mudah. Bahkan, pemuda ini harus menghadapi beberapa tantangan berat.